Jakarta, Indonesia – Dalam upaya merevolusi sistem pendidikan nasional, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong para guru di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan kekuatan teknologi digital dan merancang aplikasi guna menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna.
Berpidato di hadapan para pendidik di kantor pusat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Mu’ti menekankan pentingnya kreativitas dalam menjadikan pembelajaran menyenangkan dan reflektif. “Saya menyaksikan langsung bagaimana Canva, sebuah aplikasi desain, telah memainkan peran penting dalam menumbuhkan kreativitas di kalangan guru dan menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna,” ujarnya, Selasa (11/11).
Mu’ti menekankan bahwa teknologi, jika digunakan secara efektif, dapat menjadi pengubah permainan dalam mencapai hasil pembelajaran yang mendalam. Ia membayangkan teknologi bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai instrumen yang menjadikan pembelajaran menyenangkan dan berwawasan.
Kolaborasi antara Kementerian dan Canva telah melibatkan jutaan guru dan siswa di seluruh Indonesia, yang mencerminkan konsep “participatory universe” dalam pendidikan, di mana semua pemangku kepentingan berkontribusi untuk meningkatkan hasil pembelajaran.
“Teknologi dapat menjangkau mereka yang tak terjangkau dan menjadikan pembelajaran menginspirasi,” ujar Mu’ti, menyoroti potensi digitalisasi untuk menjembatani kesenjangan geografis dan mendorong pemerataan pendidikan.
Inisiatif ini sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mendigitalisasi pendidikan. Kementerian berencana mendistribusikan lebih dari 288.000 Panel Datar Interaktif (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh negeri, mendukung integrasi perangkat digital seperti Canva ke dalam proses pembelajaran.
Mu’ti menekankan perlunya memperluas akses teknologi di daerah terpencil, merujuk pada peluncuran program baru-baru ini di Maluku Tengah, di mana pemerintah menyediakan perangkat Starlink untuk memastikan akses internet bagi sekolah.
Seiring kemajuan Indonesia, Mu’ti mendorong para guru untuk terus meningkatkan keterampilan mereka dalam teknologi digital, dengan mengatakan, “Tantangan ke depan adalah memanfaatkan teknologi untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan memperkaya bagi Generasi Z dan Alfa.”
Dengan merangkul teknologi, para pendidik Indonesia dapat menciptakan lingkungan belajar yang menarik, mudah diakses, dan menyenangkan, pungkas Mu’ti.
TIM REDAKSI E-RA BARU NASIONAL BERKONTRIBUSI DALAM PENULISAN ARTIKEL INI

